Sumber Energi untuk Gerak Otot pada Manusia

Kali ini akan dibahas materi mengenai Sumber Energi untuk Gerak Otot pada Manusia, silahkan simak pembahasannya berikut:


Sumber Energi untuk Gerak Otot

ATP {Adenosin Tri Fosfat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan 


ATP ATP ADP + P
Aktin + Miosin ------------------------> Aktomiosin
ATPase

Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP dan mengubahnya menjadi ATP.


kreatin
Fosfokreatin + ADP ----------------> kreatin + ATP
  fosfokinase

Pada otot lurik, jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energi tidak memerlukan oksigen bebas. Oleh sebab itu, fase kontraksi otot sering disebut fase anaerob.



Otot yang berkontraksi dal am waktu yang lama dapat mengalami kelelahan. Hal ini disebabkan menu runny a ATP dan fosfo-kreatin, sedangkan ADP, AMP, dan asam laktat naik konsentrasinya.

Sumber lain untuk memperoleh energi ialah mengubah glikogen (gula otot) men-jadi glukosa. Glikogen merupakan senyawa yang tidak larut. Untuk itu maka glikogen dilarutkan dulu menjadi laktasidogen. Laktasidogen akan diubah menjadi glukosa dan asam laktat. Glukosa akan dioksidasi dan menghasilkan CO2 , H2O, dan energi. Energi yang dibebaskan digunakan untuk pembentukan ATP dan fosfokreatin. Proses pemecahan glikogen menjadi glukosa dan glukosa menjadi CO2 dan H2O berlangsung pada saat otot dalam keadaan relaksasi dengan menggunakan oksigen bebas. Oleh sebab itu fase relaksasi disebut juga fase aerob, seperti skema berikut ini.

Glikogen —> laktasidogen Laktasidogen -> glukosa + asam laktat Glukosa + O2 —> CO2 + H2O + energi Jika di dalam otot banyak terdapat timbunan asam laktat yang menyebabkan kelelahan, maka akan dioksidasi dengan oksigen. Jika oksigen yang digunakan untuk mengoksidasi asam laktat terlalu banyak akan menyebabkan napas tersengal-sengal (Marieb & Mallat 2001; Marieb 2004).

Demikianlah pembahasan mengenai Sumber Energi untuk Gerak Otot pada Manusia, semoga bermanfaat.

Sumber: Buku Biologi Jilid 2 Untuk SMA Kelas XI Penerbit Erlangga, hal. 69-70

1 komentar so far

Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya!
EmoticonEmoticon